Mengukir Asa, Membawa Harapan: Cerita Perjuangan Yusuf, Sang Juara
13/12/2024 | Penulis: Penulis Nadia dan Editor Putri
#NikmatBerzakat
Muhammad Yusuf Al-Qardhawi, seorang mahasiswa berbakat dari Bima, Nusa Tenggara Barat, telah membuktikan bahwa mimpi dapat diwujudkan dengan usaha, doa, dan dukungan yang tulus. Yusuf, peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS dari Institut Agama Islam Tazkia jurusan Manajemen Bisnis Syariah, baru saja mengukir sejarah dengan menjuarai lomba Business Plan tingkat internasional di ajang Islamic Economics Competition (ISEC) 2024.
Perjalanan Yusuf tidaklah mudah. Bermula dari sebuah ajakan sederhana dari teman yang melihat potensinya, Yusuf terjun ke dunia lomba Business Plan. Awalnya, ia dan timnya hanya mampu meraih peringkat sembilan di kompetisi serupa tahun 2023. Namun, dari pengalaman itu, Yusuf menemukan semangat baru untuk terus mencoba dan belajar. Baginya, kekalahan adalah kesempatan untuk bangkit dan berkembang.
Bersama Tim Andalusia, Yusuf menghadapi tantangan baru di ISEC 2024. Dengan waktu yang terbatas—hanya 20 hari sejak pendaftaran hingga pengumpulan karya—ia dan timnya bekerja keras menyusun proposal dan Business Model Canvas yang solid. Usaha mereka berbuah manis ketika karya mereka dinilai terbaik di antara peserta dari berbagai kampus ternama. Babak final di IAIN Kediri menjadi puncak perjuangan mereka. Presentasi yang memukau dan ide yang matang berhasil mengantarkan mereka menjadi juara pertama.
Namun, Yusuf bukan sekadar mahasiswa berprestasi di bidang ekonomi syariah. Ia juga seorang seniman berbakat dengan segudang prestasi di bidang seni. Juara 1 Lomba Komik Nasional 2021 dan Juara 3 Lomba Desain Karakter 2024 adalah bukti lain dari dedikasinya. Kreativitasnya tak hanya terpancar dalam karya seni, tetapi juga dalam desain-desain estetis yang ia buat sebagai bagian dari tugasnya di Divisi Media Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Tazkia.
Dalam setiap langkahnya, Yusuf selalu berpegang pada sebuah kutipan yang menjadi inspirasinya: “Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once we grow up.” - Pablo Picasso. Ia meyakini bahwa seni bukan hanya soal keindahan, tetapi juga tentang cara memaknai hidup dan memberikan dampak bagi sekitar.
Kesuksesan Yusuf adalah hasil dari sinergi antara doa, dukungan keluarga, dan semangat pantang menyerah. Beasiswa Cendekia BAZNAS telah menjadi jembatan baginya untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Yusuf adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras dan keberanian untuk bermimpi, siapa pun bisa menjadi inspirasi bagi dunia.
Semoga kisah Yusuf menjadi lentera bagi generasi muda lainnya untuk berani melangkah, berkarya, dan membawa perubahan yang berarti.
Berita Lainnya
PT Riau Agrindo Agung Bengkulu Salurkan Bantuan CSR Senilai Rp 235 Juta Melalui BAZNAS Provinsi Bengkulu untuk Korban Bencana di Sumatera
BAZNAS Provinsi Bengkulu menyalurkan bantuan pengobatan kepada Bapak Sugirin yang tinggal sebatang kara
Penyerahan bantuan Pondok Pesantren Kuno Tahfiz Quran Barokah Madinah Al Minangkabawi
BAZNAS Provinsi Bengkulu Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Bengkulu Tengah
Wujudkan Sarana Ibadah yang Layak, BAZNAS Provinsi Bengkulu Salurkan Bantuan Rp10 Juta untuk Masjid Al-Musyawarah
Masjid Baiturrahim Pagar Dewa Salurkan Donasi Melalui BAZNAS Provinsi Bengkulu untuk Korban Bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
